"..Menerjang badai dan bara, maju bahu membahu
Tak kenal lelah, pantang menyerah
Jadilah nomor satu
FKM takkan terhenti, FKM sampai mati
Ooo Ooo O-o-o-o-o-o-ooo
FKM takkan terhenti, FKM slalu dihati
Tak kenal lelah, pantang menyerah
Hadapi lawanmu sampai mati
Go FKM go go FKM aw, Go FKM go go FKM aaaw.."
Annex Room Balairung UI 19.17 WIB, 10 Oktober 2013 menjadi saksi membersamai tertunduknya kepala-kepala yang selama ini tegak, kukuh menapakkan langkah-langkah bernama perjuangan. Berita kekalahan yang ‘sedikit menyakitkan’ itu hadir diiringi tetes-tetes air dari mata lima generasi makara ungu. Layaknya anak kecil yang sedari lahir hidup bertemankan perjuangan yang membawa kemenangan, lantas ketika baru saja ia beranjak remaja, dikejutkan oleh sesuatu yang bernama kekalahan. Bagaimana kah rasanya? Menyakitkan? Menyedihkan? Tentu! Itu hal yang sangat manusiawi!
Namun, makara ungu tak pernah menemui kesedihan yang mematikan. Kekalahan ini adalah pelangi tujuh warna dalam sebuah romantisme perjuangan. Jika diungkapkan dalam bahasa anak kesehatan, kekalahan itu adalah semacam shock therapy, kejutan yang memantik kehidupan.
Dua tahun berturut-turut, FKM menjadi juara II OIM UI. Dan tahun ini, 2013, FKM tidak menjadi juara II bahkan tidak masuk kedalam peringkat 3 besar. TIDAK ADA YANG BERBEDA! Teriakan yang sama: Menerjang Badai! Sedikit mengutip kalimat-kalimat dari Audrey Adhisty: tahun ini, turun 4 peringkat, pukulan besar tapi kita tetap meneriakan lagu yang sama, masih sama kerasnya, masih sama semangatnya, masih sama besar dukungannya, massa FKM tadi paling banyak di Annex Balairung, paling keras suaranya. Kita kalah, iya betul, tapi teriakan kita masih kuat. bahkan (maaf) mereka yang menang tidak sesemangat kita, tidak dengan supporter sebanyak kita. realize gak kalo mereka memperhatikan kita, mereka diam saat kita 'menerjang badai'. mereka diam, memandangi kita. Membanggakan kan?
Terima kasih yang tak terhingga kepada mahalum FKMUI, keluarga P&K FKM 2013, 62 kontingen yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu dan para PJ/ manager, para pembimbing dan penasihat (baca: senior), serta para supporter yang telah berjuang bersama. Kita telah menjadi bagian dari barisan tak bergenderang berpalu ini. Mari rebut satu hari demi satu hari, untuk ribuan hari depan yang lebih baik.
Olimpiade Ilmiah Mahasiswa (OIM) UI 2013 telah berlalu dan sekarang saatnya menegakkan kepala! Perjuangan selama ini kendati ditempuh melalui jalan yang tidak selalu mulus, kadang terseok dan berkelok, namun tak sampai berbalik arah. Tujuan utama harus tercapai dengan cara yang elegan. Kemauan, kemampuan, dan komitmen telah tertanam didalam diri para super kontingen FKM. Memberikan kontribusi terbaik yang dimiliki, dan menjaga konsistensi dalam berkarya adalah idealisme yang harus diperjuangkan!
Kita telah menyaksikan kelajuan barisan panjang ini dengan segala riuh-rendah serta kerumitan perjuangan para kontingen. Orang-orang yang terlibat selama berlangsungnya Science Fest dan OIM 2013 melakukan ini semua dengan ketulusan dan keikhlasan yang kadangkala sulit dipahami.

Angkatan SUKSES dan angkatan MAJU, selamat melanjutkan romantisme perjuangan ini. Kalian pasti bisa merebut kembali "emas-emas" itu. EFKAEEEM!! Maju bersatu, demi almamaterku, FKM-FKM-FKM ugh!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar