Jumat, 11 Oktober 2013

FKM di Parade OIM UI 2013

Posted by Kharisma Utari | di 03.06 0

Romantisme Perjuangan Makara Ungu di OIM 2013

Posted by Kharisma Utari | di 02.56 0

"..Menerjang badai dan bara, maju bahu membahu
Tak kenal lelah, pantang menyerah
Jadilah nomor satu
FKM takkan terhenti, FKM sampai mati
Ooo Ooo O-o-o-o-o-o-ooo
FKM takkan terhenti, FKM slalu dihati
Tak kenal lelah, pantang menyerah
Hadapi lawanmu sampai mati
Go FKM go go FKM aw, Go FKM go go FKM aaaw.."

Annex Room Balairung UI 19.17 WIB, 10 Oktober 2013 menjadi saksi membersamai tertunduknya kepala-kepala yang selama ini tegak, kukuh menapakkan langkah-langkah bernama perjuangan. Berita kekalahan yang ‘sedikit menyakitkan’ itu hadir diiringi tetes-tetes air dari mata lima generasi makara ungu. Layaknya anak kecil yang sedari lahir hidup bertemankan perjuangan yang membawa kemenangan, lantas ketika baru saja ia beranjak remaja, dikejutkan oleh sesuatu yang bernama kekalahan. Bagaimana kah rasanya? Menyakitkan? Menyedihkan? Tentu! Itu hal yang sangat manusiawi!
Namun, makara ungu tak pernah menemui kesedihan yang mematikan. Kekalahan ini adalah pelangi tujuh warna dalam sebuah romantisme perjuangan. Jika diungkapkan dalam bahasa anak kesehatan, kekalahan itu adalah semacam shock therapy, kejutan yang memantik kehidupan.
Dua tahun berturut-turut, FKM menjadi juara II OIM UI. Dan tahun ini, 2013, FKM tidak menjadi juara II bahkan tidak masuk kedalam peringkat 3 besar. TIDAK ADA YANG BERBEDA! Teriakan yang sama: Menerjang Badai! Sedikit mengutip kalimat-kalimat dari Audrey Adhisty: tahun ini, turun 4 peringkat, pukulan besar tapi kita tetap meneriakan lagu yang sama, masih sama kerasnya, masih sama semangatnya, masih sama besar dukungannya, massa FKM tadi paling banyak di Annex Balairung, paling keras suaranya. Kita kalah, iya betul, tapi teriakan kita masih kuat. bahkan (maaf) mereka yang menang tidak sesemangat kita, tidak dengan supporter sebanyak kita. realize gak kalo mereka memperhatikan kita, mereka diam saat kita 'menerjang badai'. mereka diam, memandangi kita. Membanggakan kan?
Terima kasih yang tak terhingga kepada mahalum FKMUI, keluarga P&K FKM 2013, 62 kontingen yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu dan para PJ/ manager, para pembimbing dan penasihat (baca: senior), serta para supporter yang telah berjuang bersama. Kita telah menjadi bagian dari barisan tak bergenderang berpalu ini. Mari rebut satu hari demi satu hari, untuk ribuan hari depan yang lebih baik.
Olimpiade Ilmiah Mahasiswa (OIM) UI 2013 telah berlalu dan sekarang saatnya menegakkan kepala! Perjuangan selama ini kendati ditempuh melalui jalan yang  tidak selalu mulus, kadang terseok dan berkelok, namun tak sampai berbalik arah. Tujuan utama harus tercapai dengan cara yang elegan. Kemauan, kemampuan, dan komitmen telah tertanam didalam diri para super kontingen FKM. Memberikan kontribusi terbaik yang dimiliki, dan menjaga konsistensi dalam berkarya adalah idealisme yang harus diperjuangkan!
Kita telah menyaksikan kelajuan barisan panjang ini dengan segala riuh-rendah serta kerumitan perjuangan para kontingen. Orang-orang yang terlibat selama berlangsungnya Science Fest dan OIM 2013 melakukan ini semua dengan ketulusan dan keikhlasan yang kadangkala sulit dipahami.

Angkatan SUKSES dan angkatan MAJU, selamat melanjutkan romantisme perjuangan ini. Kalian pasti bisa merebut kembali "emas-emas" itu. EFKAEEEM!! Maju bersatu, demi almamaterku, FKM-FKM-FKM ugh!!

Minggu, 17 Maret 2013

Minggu, 17 Juli 2011

For You Mom & Dad

Posted by Kharisma Utari | di 15.50 2


Selamat, Anda Lulus di Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia
Selamat, Anda Lulus di .............................................

Sebuah kebahagiaan yang mungkin tidak dapat diungkapkan manakala orang tua mendapati sederetan kata diatas pada pengumuman penerimaan mahasiswa baru 2011. Demikian pula halnya dengan sang anak. Manakala ia mampu membuat orangtua meneteskan air mata bangga, pasti ada rasa haru di dada.

Sejenak mencoba menekurkan kepala, mengingat kembali tetesan air mata malam itu. Seorang anak tidak akan pernah lepas dari ayah dan bundanya. Apapun yang terjadi, anak adalah bagian diri keduanya. Rahim bunda sebagai tempat buaian pertama, ASI sebagai sumber makanan yg menumbuhkan jasadnya, kasih sayang orang tua adalah ketenangan yang senantiasa akan dirindukan sang anak. Doa-doa yang ayah dan bunda panjatkan menjadi sebab segala kebaikan yang didapat.

Lulus di salah satu universitas favorit, merupakan salah satu bentuk bakti kita kepada orang tua. Di dalam Al-Qur'an terdapat ayat-ayat yang mendorong kita untuk berbakti kepada orang tua dan menjanjikan banyak kebaikan bagi seseorang yg berbakti serta memberikan ancaman bagi mereka yang mendurhakai ayah dan bundanya. Di antara sekian banyak ayat, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Dan Kami wasiatkan kepada manusia utk berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibu telah mengandung dalam keadaan payah yang bertambah-tambah dan menyapih dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Kulah kamu kembali.”

"Dek apa jo ama, asa anak-anak sukses dan bahagia, itu lah anugerah jo kebahagiaan nan dak tangguang-tangguang",
kalimat yang diucapkan ayah malam kemarin kembali terngiang dan membuat saya semakin menghayati betapa besar kasih sayang orang tua terhadap anak-anaknya.

Dalam beberapa hari kedepan, saya akan berangkat meninggalkan kampung halaman, meninggalkan ayah dan bunda. Berat memang, namun saya kuatkan hati karena: Saya cinta mereka..!

"Sungguh pada kebahagiaan anak-anak itu ada kebahagiaan orang tua".
Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu.
Mereka adalah putra putri dari Kehidupan yang merindukan dirinya sendiri,
Mereka datang melaluimu tetapi bukan darimu,

Dan walaupun mereka tinggal bersamamu, mereka bukanlah milikmu
.
Kau dapat memberikan kasih-sayangmu tetapi tidak pikiranmu,

Karena mereka mempunyai pemikiran sendiri.

Kau dapat memberikan tempat untuk raga tetapi tidak untuk jiwa mereka,

Karena jiwa mereka menghuni rumah masa depan, yang tak dapat kau kunjungi, bahkan tak juga dalam mimpi-mimpimu.

Kau dapat berupaya keras untuk menjadi seperti mereka, tetapi jangan mencoba membuat mereka sepertimu,

Karena kehidupan tidak berjalan ke belakang juga tak tinggal di masa lalu.


Kau adalah busur dari mana anak-anakmu melesat ke depan sebagai anak panah hidup …
Sang pemanah melihat sasaran di atas jalur di tengah keabadian, dan DIA meliukkanmu dengan kekuatanNYA sehingga anak panahNYA dapat melesat dengan cepat dan jauh.
Biarkanlah liukkanmu di tangan sang pemanah menjadi keceriaan;

Bahkan DIA pun mengasihi anak panah yang terbang, demikian juga DIA mengasihi busur yang mantap.
(Kahlil Gibran)

Jumat, 08 Juli 2011

Sebiru Hari Ini - Edcoustic

Posted by Kharisma Utari | di 14.55 0

Kamis, 07 Juli 2011

Apa Jadinya..?

Posted by Kharisma Utari | di 14.02 0

Tulisan ini bermula ketika kemarin saya 'terpaksa' harus ke warnet bersama seorang sahabat. Walau ogah-ogahan masuk dan memilih sebuah komputer, akhirnya kami memutuskan duduk di KBU yang paling dekat dengan pintu keluar. Bukan karena takut atau apa, tapi di ruangan yang berukuran kurang lebih 5m x 3m tersebut bisiiiiiiing minta ampun. Tembak-tembakan, sirine, dan suara-suara aneh lainnya muncul bersamaan (kayak lagi ada perang).

Sewaktu mengamati sekeliling kami, ternyata suara-suara tersebut berasal dari 'anak muda' yang sibuk mencet-mencet keyboard. Anak muda yang dimaksud bukan berarti remaja atau usia produktif. Mereka bisa dipastikan anak-anak yang baru duduk di bangku sekolah dasar. Ada perasaan yang sulit diungkapkan. Marah, kesal, prihatin bercampur jadi satu. Bukannya bersikap sok dewasa, namun sempat terlintas pikiran untuk bertanya 'mau jadi apa kamu nanti dek?'.

Setelah menarik nafas sejenak, lalu saya berusaha fokus dengan apa yang kami cari dengan tujuan bisa sesegera mungkin keluar dari ruangan yg dipenuhi tentara cilik jadi-jadian itu. Diperjalanan pulang, saya tak bisa melepaskan fikiran dari apa yang baru saya alami dan saksikan seraya menarik sebuah kesimpulan 'demam game online rupanya benar-benar menjangkiti generasi muda harapan bangsa'.

Fenomena game online perlahan menancapkan pengaruh dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Dalam komunitas anak-anak dan remaja usia sekolah di sekitar tempat tinggal saya belasan orang menghabiskan waktu 'nongkrong' di Game Center atau warnet hanya untuk memuaskan nafsu bermain game online. Yang lebih parah lagi, banyak orangtua yang mengeluhkan anak-anak mereka yang tidak mau belajar atau mengerjakan tugas dirumah. Sekolah berantakan, hidup tak teratur, kesehatan tak terurus. Dan sepertinya candu ini masih akan terus berkembang pesat, seiring makin membanjirnya game online terbaru di dunia.

Sebenarnya tidak ada salahnya menjadi penggemar game online, karena ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa game bisa membuat orang pintar karena mengajarkan strategi, belajar bersosialisasi, memacu konsentrasi, belajar bahasa lebih cepat, dll. Namun jika hal tersebut membuang waktu dengan percuma tanpa dapat berkarya dan menjadi generasi yg berguna bagi nusa dan bangsa, apa gunanya dan apa jadinya bangsa ini kelak jika mental generasi mudanya seperti yang saya tuliskan diatas? Kecanduan game online secara perlahan akan membunuh kepribadian kita sebagai anak-anak bangsa yang dituntut berperan aktif membangun negri. Kita mulai lupa dengan tanggung jawab, tugas, kesehatan, dan masa depan kita. Lalu apa yang kelak mampu kita kontribusikan untuk negara? Suara tembakan dan sirine itu? Tentu tidak, karena rakyat mungkin menganggap ada perang dunia ketiga yang menimpa negeri ini.

Selain itu, saya mengingatkan agar berhati-hati kepada teman-teman dan adik-adik para game mania yang suka duduk berjam-jam di depan komputer. Terlalu banyak duduk dan kurang minum, bisa beresiko gagal ginjal. Bagi yang suka main game begadang tiap malam, kurang istirahat, itu sangat tidak baik bagi kesehatan jantung. Nah, setelah mengetahui dampak negatif dan positifnya, berharap teman-teman dan adik-adik bisa mengatur porsi main gamenya. Karena kita peduli Indonesia!

Jumat, 15 April 2011

FAREWELL Party...

Posted by Kharisma Utari | di 12.55 0

I am not well with this farewell.. :(
Because in the near future we will split one each other..
You will be busy with your future..
You will have a new best friend..
Then,,what about me..?



Still remember this song beiibii..?

Menatap lembayung di langit Bali
dan kusadari
betapa berharga kenanganmu
Di kala jiwaku tak terbatas
bebas berandai mengulang waktu

Hingga masih bisa kuraih dirimu
sosok yang mengisi kehampaan kalbuku
Bilakah diriku berucap maaf
masa yang tlah kuingkari dan meninggalkanmu
oh cinta...

Teman yang terhanyut arus waktu
mekar mendewasa
masih kusimpan suara tawa kita
kembalilah sahabat lawasku
semarakkan keheningan lubuk

Hingga masih bisa kurangkul kalian
sosok yang mengaliri cawan hidupku
Bilakah kita menangis bersama
tegar melawan tempaan semangatmu itu
oh jingga...

Hingga masih bisa kujangkau cahaya
senyum yang menyalakan hasrat diriku
Bilakah kuhentikan pasir waktu
tak terbangun dari khayal keajaiban ini
oh mimpi...

Andai ada satu cara
tuk kembali menatap agung surya-Mu
lembayung Bali
(Saras Dewi - Lembayung Bali)
 
~ * Keep spirit fokus dan optimis * - Designed by Miss Rinda - Layout by My Blog Make Over - Author YOUR NAME HERE :) ~